Rabu, 25 April 2018

Cincin Talipuk, cemilan urang banua



Kue Cincin Talipuk kuliner khas Amuntai
Mungkin sebagian dari anda sudah mengenal panganan yang sudah mahsyur, seperti Dodol Garut,Dodol Kandangan,Kue Apem Barabai atau Amplang Khas Kotabaru, Tapi apakah anda pernah tahu atau mencoba panganan unik khas Amuntai yang satu ini? “Cincin Talipuk”.
Apa itu Cincin Talipuk? bagi sebagian besar masyarakat Amuntai sudah tahu dan sering mencicipinya, Namun bagi anda yang ada diluar wilayah Kota Amuntai,Hulu Sungai Utara (HSU)mungkin terasa asing untuk didengar.

Bahwasanya Cincin Talipuk itu merupakan panganan kue “WADAI CINCIN TALIPUK”  berbeda dengan Kue cincin biasanya yang sering kita temukan dikota Banjarmasin dan kota lainnya diwilah Kalimantan Selatan.
Kue Cincin karena memang bentuknya seperti Cincin, karena bahan utamanya dari Tatanding (Sejenis tumbuhan air seperti bunga teratai) yang telah diambil buahnya seterusnya didiamkan dalam wadah yang tertutup selama beberapa hari sampai warnanya berubah menjadi kecoklatan,selanjutnya dijemur sampai kering,lalu dibawa ketempat kepenggilingan samapi menjadi tepung.
Cincin talipuk mempunyai ciri khas tersendiri dari bentuk (yang menyerupai bentuk cincin/Donat mini) maupun bahan pengolahannya yaitu Tatanding(Sejenis tumbuhan air seperti bunga teratai),masyarakat Banjar umumnya menjadikan batangnya sebagai sayur dalam masakan.sedangkan penjualnya pun cuma bisa kita temui dipasar-pasar wilayah Kota Amuntai saja.
Seperti yang ditemui KalimantanView seorang Nenek paruh baya yang tidak mau disebutkan namanya, beliau sering berjualan dipasar amuntai terutama pada hari kamis.”Saya sudah lama berjualan cincin talipuk ini kurang lebih 25tahun,dari dulu berjualan cincin talipuk sampai sekarang sudah punya cucu” ungkap beliau.
Bahannya saya dapat dari penjual tepungnya(Tepung talipuk),karena proses pengolahan tepung talipuk tersebut sangatlah lama” Ungkap beliau lagi.
Terakhir ungkap beliau “Adapun bahan yang lain seperti Gula putih,gula merah(Jawa),tepung beras dan air secukupnya dicampur dengan tepung talipuk tadi yang sudah diaduk semuanya dicampur,dan seterusnya dibentuk seperti cincin atau Donat Mini terus digoreng hingga matang.
Rasa yang huhh..enak! berbeda dengan kue Cincin biasanya,Jadi Sulit untuk diceritakan rasanya,bagi anda yang mau mencobanya, datang saja ke Pasar Amuntai(HSU).
Bagi anda yang ingin membelinya,Penjual Cincin Talipuk pada hari biasa paling sedikit yang kita bisa temui dipasar amuntai,namun pada hari kamis pastilah banyak anda temukan yang menjualnya

BABUNGKU pas banar hagan sarapan.

Babungku, bubungku atau babongko merupakan salah satu penganan khas Banjar yang hingga kini masih sering ditemui di berbagai tempat. Rasanya khas dan pembuatannya mudah serta murah. Babungku juga dapat dikreasikan sesuai selera, terutama untuk pewarnaannya. Umumnya disajikan tanpa pewarna atau putih, namun ada pula yang menambahkan pandan atau daun suji agar warnanya menjadi hijau.

Bahan:
  • 1 ltr tepung beras
  • 3 gelas air santan
  • ¼ kg gula merah
  • Garam secukupnya
  • Daun pisang sebagai pembungkus

Cara Membuat:

KATUYUNG khas banjar.. Rasanya Nyaman kada Katulungan..


Katuyung adalah salah satu hewan sejenis siput yang hidupnya di sungai. Di Kalimantan Selatan sering diolah menjadi sayur disantap dengan nasi. Bisa juga dimakan tanpa nasi.
Biasanya, katuyung ini dibersihkan dulu sebelum dimasak. Direbusnya pun harus dua kali agar bisa menimbulkan cita rasa yang sedap dan kekenyalan dagingnya pas di lidah.
Seorang pembuatnya adalah Irma Kurniati. Sayur katuyung ini biasa dijualnya di rumah makan miliknya, RM Cendrawasih Hj Yati di Jalan Pangeran Samudra nomor 65, Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Sayur ini termasuk kuliner favorit yang kerap dicari wisatawan yang berkunjung ke Banjarmasin. Tiap hari pasti dicari pengunjung

PAKASAM biar masam tatap Nyaman...!

https://www.hairiyanti.com/2016/10/pakasam-kelezatan-yang-tak-pernah-usang_21.html





Pakasam adalah menu masakan khas dari Suku Banjar, provinsi Kalimantan Selatan. Makanan ini adalah produk bahan makanan yang berasal dari fermentasi ikan air tawar yang rasanya masam. Pakasam terutama dikenal di Kalimantan Selatan. Bahan makanan ini biasanya dibumbui lagi dengan cabai dan gula, sebelum disajikan sebagai lauk-pauk.

Di beberapa daerah ada yang menyebutnya Pekasam atau Iwak Samu. Pakasam terkenal sebagai masakan khas ada di Hulu Sungai Tengah (HST). Sentra pembuatan Pakasam yang terkenal adalah desa Mahang Sungai Hanyar, kecamatan Pandawan. Karena itu, Pakasam dari HST sering pula disebut Pakasam Mahang, merujuk pada nama daerah penghasilnya.

Pakasam berbahan dasar ikan yang diasinkan melalui proses permentasi dengan garam. Ikan yang diperam, dicampur dengan taburan beras ketan yang telah digoreng. Ikan yang akan dijadikan Pakasam bisa jenis apa saja. Namun yang paling diminati adalah Pakasam anakan ikan dan Pakasam Papuyu. Salah satu jenis ikan yang biasa dibuat pakasam adalah ikan sepat rawa.

Pakasam
Bahan-bahan:
  • 0,25 kg ikan seluang atau lilimbihayam
  • Garam secukupnya
  • 2 genggam beras
  • kunyit

Cara membuat

MANDAI


Mandai, Kulit Buah Cempedak yang Membangkitkan Nafsu Makan

siapa yang tidak kenal buah cempedak, buah dengan nama latinartocarpus champeden sangat digemari karena daging buahnya memiliki tekstur yang lunak dan lembut di lidah serta aroma wanginya yang menusuk hidung layaknya buah durian.

Buah cempedak mirip dengan buah nangka karena sama-sama termasuk dalam famili moraceae, hanya saja buah nangka lebih familiar dibanding buah cempedak karena nangka bisa berbuah tanpa mengenal musim, sedangka cempedak hanya berbuah saat musim hujan saja antara bulan Nopember dan Desember.
Umumnya buah cempedak hanya diambil bagian daging buahnya saja, dengan cara dimakan langsung atau diolah menjadi gorengan sebagai teman minum teh maupun sebagai campuran kolak pisang, sedangkan bagian kulit dan bijinya dibuang.
Di Kalimantam Selatan, khususnya di tanah kelahiranku, tepatnya di Desa Tanah Bangkang, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kota Kandangan, buah cempedak biasa disebut dengan tiwadak, buah tiwadak ini tidak hanya dikonsumsi daging buahnya saja, namun kulit, tangkai buah bagian dalam, dan bijinya juga dimanfaatkan.
Kulit buah cempedak inilah yang disebut mandai. Untuk membuat mandai sangatlah mudah, pertama-tama pilihlah buah cempedak yang matang, kemudian kulit bagian luar buah cempedak dikupas, keluarkan isinya hingga tersisa kulit bagian dalam yang berwarna putih kekuningan, potong-potong mandai tersebut, setelah itu dilumuri dengan garam dan disimpan ke dalam toples, atau bisa juga direndam dengan air garam. Mandai yang sudah tersimpan di dalam toples mampu bertahan hingga lebih dari satu tahunkarena garam yang berfungsi sebagai pengawet, semakin banyak garam maka semakin lama mandai bisa bertahan.

SOTO BANJAR Marasailah sudah...!


Soto Banjar merupakan jenis soto yang berasal dari Kalimantan Selatan dengan bahan utama ayam dan beraroma harum rempah-rempah seperti kayu manis, biji pala dan cengkeh.

BAHAN

  • 1 ekor Ayam Kampung
  • 1,5 L Air
  • 1 sdm Minyak Goreng
  • 11 butir Bawang Merah
  • 5 butir Bawang Putih
  • 2 cm Lengkuas
  • 1 cm Jahe
  • 3 butir Kemiri, sangrai
  • 20 butir cengkeh
  • 1 batang Kayu Manis
  • 3 lembar daun salam
  • 4 lembar Daun Jeruk
  • 1 butir biji pala
  • 1 sdt Garam
  • 1 sdt Merica
  • 1 sdt gula pasir
  • Pelengkap:
  • 1 butir Telur Ayam
  • 1 buah Ketupat
  • 2 buah Perkedel Kentang
  • 30 gr Soun
  • Bawang Goreng
  • Seledri cacah
  • Air jeruk nipis

INSTRUKSI

  1. Rebus ayam selama 30 menit.
  2. Haluskan bawang merah, bawang putih, lengkuas, jahe, kemiri dengan sedikit minyak.
  3. Panaskan minyak, masukkan cengkeh, kayu manis, daun jeruk, daun salam, biji pala, dan bumbu halus. Tumis hingga wangi.
  4. Masukkan tumisan bumbu ke dalam rebusan ayam.
  5. Tambahkan garam, lada dan gula untuk perasa. Aduk merata.
  6. Rebus selama 20 menit atau masak hingga ayam empuk. Kemudian, angkat ayam dan tiriskan.
  7. Goreng ayam hingga berwarna kekuningan. Lalu, angkat, suwir, dan sisihkan.
  8. Susun soun, ketupat, ayam suwir, perkedel kentang dan telur rebus dalam mangkuk saji. Tuang kuah kaldu. Tabur seledri dan bawang goreng.
  9. Sajikan dengan sambal dan jeruk nipis

Katupat Cing'ae,,, Marasa Maka Tahu!


Banjarmasin punya aneka makanan khas yang enak. Selain soto Banjar dan nasi kuning, di sana ada ketupat Kandangan. Aroma ikan asapnya wangi menggoda!


Tidak sulit mencari kuliner enak dari Kalimantan Selatan yang beribukota di Banjarmasin. Mau kue manis ataupun makanan gurih, semuanya ada. Beberapa diantaranya juga sudah populer sampai ke luar wilayah. Seperti racikan soto Banjar.